Semarang, 1 Desember 2009
Hari ini adalah jadwalku praktik malam di IGD (Instalasi Gawat Darurat) sebuah rumah sakit di Semarang. Huaahhhh....awalnya ngantuk, tapi setelah masuk ruangan IGD dan melihat pasien membuatku semangat. Yupz, waktunya beraksi hingga membuat malam ini terasa menyenangkan.
Ada yang menarik hati ketika kulihat buku rekapitulasi pasien dini hari ini. Ehhm...dalam satu siklus hari ini terdapat 6 pasien yang masuk IGD akibat jatuh dan terpelesat, bukan karena kecelakaan lalu lintas yang setiap hari selalu ada.
a. Tiga pasien jatuh terpeleset di kamar mandi:
• Ada Tn. X (50thn) terpeleset di kamar mandi hingga menyebabkan fraktur (patah tulang) tertutup di tangan kirinya.
• Ada lagi Tn. Y (61thn) jatuh di kamar mandi dan masuk IGD dengan diagnosa stroke attack.
• Yang terakhir Ny. Z (41thn) yang terpeleset juga di kamar mandi. Akibatnya tak kalah parah dengan pasien sebelumnya, kedua bibir dan pipi kiri si ibu bengkak, hidung pasien berbekas darah kering (kata si bapak/suaminya, si ibu ini mengeluarkan darah lewat hidung pasca jatuh). Setelah dirontgent, dokter mencurigai adanya keretakan tulang hidung.
b. Dua pasien jatuh dari tangga
• Pasien pertama, Tn. A (53thn) yang jatuh dari tangga dan menderita cedera kepala ringan.
• Pasien kedua Tn. B (25thn), jatuh dari tangga hingga kuku pada jempol kaki kirinya mau lepas. Bapak ini mengerang dan berteriak kesakitan saat perawat melakukan tindakan pelepasan kuku dan penjahitan luka.
c. Satu pasien jatuh dari pohon.
Adalah Tn. O (menurut ilmu perkiraan, umurnya kira-kira 23 tahunan-an). Kasus ini tak main-main. Pasien datang tengah malam dengan mengerang kesakitan. Tubuhnya kotor seperti dari ladang, banyak serpihan daun di lehernya. Awalnya kami kira ia pasien kecelakaan lalu lintas. Ternyata setelah kami tanya, ia dan temannya menyatakan bahwa ia jatuh dari pohon. Jatuh dari pohon? Malam-malam begini? Bikin penasaran saja. “Kenapa manjat pohon malam-malam begini, mas?” kami tanya si pasien. Si pasien tak menjawab. Teman-temannyanya yang menjawab, bahwa pasien jatuh dari pohon durian di kampusnya. Ehmmm.....begitu tho (manggut2). Nah, selanjutnya pembaca yang budiman bisa menebak sendiri. Si pasien mengalami fraktur di tangan kiri, dan suspek fraktur pula di tangan kanannya. Akhirnya si pasien dibawa ke ruangan rawat inap dengan kedua tangan terpasang spalk (kayak robot deh,,, cepat sembuh ya Mas).
Pada hari pertama aku praktik pun, aku menjumpai ada dua pasien yang jatuh di kamar mandi. Yang satu seorang wanita muda yang hamil, hamil muda pula. Si ibu mengalami perdarahan di kandungannya. Yang seorang lagi seorang ibu setengah baya dan menderita pegal di sebagian besar tubuhnya.
Kejadian jatuh dan terpeleset memang sudah sering kita dengar. Hanya saja mungkin kita tak sampai berpikir bahwa kejadian itu dapat berakibat fatal, seperti yang telah saya tulis. Kamar mandi.....tempat yang setiap hari kita datangi, tempat ini sering kali licin akibat mudahnya akses air dan lumut/ kotoran yang membuat kejadian jatuh sering terjadi di sini (menurut hukum peluang dari statistika jaman SMA dulu). Tangga....yang seharusnya membantu kita lebih aman untuk bergerak naik dan turun pada dua tempat yang berbeda ketinggian, malah dapat membuat kita turun sepeti gerak jatuh bebas atau vertikal ke bawah. Banyak gaya yang akan diterima tubuh ketika jatuh ini. Efek gaya dan perubahan energi yang terjadi dapat menyebabkan cedera pada tubuh yang terkena, bahkan efeknya bisa menjalar ke bagian tubuh yang lain layaknya penjalaran gelombang pada benda padat.
Ngeriii....
Musibah bisa terjadi dimanapun kita berada. Dari kamar mandi bisa sampai ke IGD rumah sakit, dari tangga juga bisa ke IGD, bahkan dari pohon durian pun juga masuk pintu IGD (bukan durian runtuh lagi ceritanya, tapi justru manusia yang runtuh, eh jatuh dari pohon durian). Jadi, memang banyak sekali pintu masuk ke IGD. So, Be carefull anytime and anywhere.... :)
Salam Sehat dari sang Calon Perawat!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berdiskusi untuk Kemajuan Bersama (^_^)'!!!